DPRD DKI Kritik Anggaran Jalur Sepeda Naik 10 Kali Lipat jadi Rp69 Miliar

Dishub DKI Jakarta diketahui mengajukan anggaran sebesar Rp69 miliar untuk pembangunan jalur sepeda dalam Kebijakan Umum APBD Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUAPPAS) 2020.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 28 Oktober 2019  |  16:07 WIB
DPRD DKI Kritik Anggaran Jalur Sepeda Naik 10 Kali Lipat jadi Rp69 Miliar
Pengendara sepeda melintasi jalur sepeda di Jalan Pemuda, Pulo Gadung, Jakarta Timur - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Wakil Ketua Komisi B dari Fraksi PDI Perjuangan Pandapotan Sinaga mempertanyakan usulan anggaran pembangunan jalur sepeda yang diajukan oleh Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta.

Dishub DKI Jakarta diketahui mengajukan anggaran sebesar Rp69 miliar untuk pembangunan jalur sepeda dalam Kebijakan Umum APBD Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUAPPAS) 2020.

"Tolong dicek ini teman-teman dewan. Setahu saya, pembangunan jalur sepeda awalnya diajukan Rp6 miliar. Kok tiba-tiba meroket jadi Rp69 miliar. Ini naik 10 kali lipat, lho," katanya di ruang rapat Komisi B, Senin (28/10/2019).

Dia juga mempertanyakan perencanaan dan urgensi pembangunan jalur sepeda di beberapa ruas jalan di ibu kota.

Pasalnya, Pandapotan justru melihat pembangunan jalur sepeda justru mengakibatkan berkurangnya jalur untuk kendaraan umum dan pribadi.

Senada dengan Pandapotan, Anggota Komisi B DPRD DKI Manuara Siahaan mengkritik keras kebijakan pembangunan jalur sepeda yang diinisasi oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Menurutnya, keberadaan jalur sepeda hanya menambah kemacetan.

"Saya minta Dishub DKI memaparkan grand design pembangunan jalur sepeda. Kalau tidak mampu ditunjukkan, saya rekomendasikan dicoret saja," ucapnya.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo meminta agar pembangunan jalur sepeda tidak dilihat sebagai konsep mengurangi kapasitas jalan.

"[Pembangunan jalur sepeda] satu kesatuan penatsan angkutan umum yant massif di Jakarta. Tidak hanya soal infrastruktur yang penumpangnya tidak ada," ungkapnya.

Dia mencontohkan Transjakarta memiliki daya tampung penumpang hingga 2 juta per hari. Namun, pada kenyataannya penumpang yang pernah menyentuh target tersebut.

Justru, Syafrin menilai pembangunan jalur sepeda menuju stasiun Transjakarta harus difasilitasi. Termasuk penyediaan parkir sepeda di halte dan terminal.

Seperti diketahui, Pemprov DKI siap melanjutkan pembangunan fase II jalur khusus sepeda. Total jalur yang akan dibangun mencapai 63 kilometer. 

Pembangunan fase II dimulai dari Fatmawai hingga Bundaran Hotel Indonesia yang memanjang sekitar 25 kilometer.

Pembangunan fase II jalur sepeda meliputi rute jalan Fatmawati-jalan Panglima Polim-jalan Sisingamangaraja-jalan Jenderal Sudirman. Nantinya, jalur tersebut akan tersambung dengan fase I Bundaran HI. 

Berdasarkan data Dinas Perhubungan DKI, pembangunan fase I sudah dimulai tanggal 20 September dan diresmikan langsung oleh Gubernur DKI Anies Baswedan. Rute awal jalur sepeda pertama di Ibu Kota dimulai dari jalan Pemuda-Jalan Pramuka-Tugu proklamasi-jalan Diponegoro-jalan Imam Bonjol-jalan MH Thamrin. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dprd dki, jalur sepeda

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top