Sempat Melambat, Pertumbuhan Ekonomi DKI Triwulan III/2019 Naik Jadi 6,07 Persen

Setelah sempat melambat, perekonomian DKI Jakarta kembali meningkat pada triwulan III/2019.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 06 November 2019  |  13:04 WIB
Sempat Melambat, Pertumbuhan Ekonomi DKI Triwulan III/2019 Naik Jadi 6,07 Persen
Pekerja memindahkan karung berisi beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (19/1). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah sempat melambat, perekonomian DKI Jakarta kembali meningkat pada triwulan III/2019.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik DKI Jakarta (BPS DKI) realisasi pertumbuhan ekonomi pada triwulan III/2019 mencapai 6,07% (yoy).

"Capaian ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya yaitu 5,72% [yoy]. Realisasi perekonomian DKI triwulan III/2019 sesuai dengan perkiraan BI," ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Hamid Ponco Bowono, Rabu (6/11/2019).

Dia menuturkan membaiknya kinerja perekonomian DKI Jakarta pada triwulan III/2019 ditopang pertumbuhan ekspor, yang terdiri dari ekspor luar negeri dan ekspor antardaerah. Ekspor Jakarta tumbuh mencapai 9,93% (yoy), meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 1,37% (yoy).

Pada triwulan III/2019 konsumsi di Jakarta juga masih tumbuh cukup tinggi meski melambat dari triwulan sebelumnya seiring berlalunya Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan pelaksanaan Pemilu.

Konsumsi Rumah Tangga Jakarta tumbuh sebesar 6,07% (yoy), konsumsi Lembaga Nonprofit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT) tumbuh sebesar 9,47% (yoy).

"Adapun, konsumsi pemerintah tumbuh sebesar 12,71% [yoy]," jelasnya.

Sementara itu, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) di Jakarta masih mengalami kontraksi pada triwulan III 2019, meskipun telah menunjukkan perbaikan dibandingkan triwulan sebelumnya.

Investasi tumbuh negatif sebesar -1,22% (yoy). Realisasi ini lebih rendah dari kontraksi pada triwulan sebelumnya sebesar -2,92% (yoy).

Dari sisi lapangan usaha (LU), perbaikan kinerja perekonomian Jakarta terutama ditopang oleh LU Perdagangan Besar dan  Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor dan LU Informasi dan Komunikasi yang masing-masing berkontribusi sebesar 1,22% terhadap pertumbuhan ekonomi Jakarta.

Perdagangan Besar dan  Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor tumbuh sebesar 7,71% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 5,12% (yoy).

"Masih kuatnya pertumbuhan LU ini mengonfirmasi kinerja konsumsi rumah tangga Jakarta yang masih kuat," jelasnya.

Sementara itu LU Informasi dan Komunikasi tumbuh hingga 11,22% (yoy), sedikit melambat dari pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 13,12% (yoy), seiring berlalunya Pemilu. LU lainnya yang cukup besar berpengaruh dalam kinerja perekonomian Jakarta pada triwulan III/2019 yaitu Jasa Keuangan dan Asuransi, serta Jasa Perusahaan.

Kedua LU tersebut mencatat pertumbuhan masing-masing sebesar 8,55% (yoy) dan 11,08% (yoy).  Sementara itu, LU Industri Manufaktur, yang merupakan LU terbesar kedua, masih terkontraksi sebesar 0,07% (yoy), meskipun tidak sedalam triwulan sebelumnya (-4,03%).

"Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta akan terus memonitor berbagai perkembangan baik di tingkat regional dan nasional. Kami siap memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi di ibu kota," lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bps dki jakarta, ekonomi dki jakarta

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top