Upaya Sarana Jaya Boyong SCBD ke Tanah Abang Terkendala Pembebasan Lahan

Direktur Pengembangan Perumda Sarana Jaya Indra S Arharrys mengungkap bahwa pihaknya akan berupaya mempercepat proses penataan SPTA.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 13 Februari 2020  |  18:13 WIB
Upaya Sarana Jaya Boyong SCBD ke Tanah Abang Terkendala Pembebasan Lahan
Satu rangkaian KRL Commuterline melintasi pembangunan rumah susun terintegrasi dengan sarana transportasi atau 'Transit Oriented Development' (TOD) di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta, Kamis (9/1/2020). Pemerintah menggalakkan pembangunan hunian yang terintegrasi dengan moda transportasi umum (TOD) di sejumlah stasiun sebagai salah satu solusi penyediaan perumahan sekaligus upaya mengurangi kemacetan lalu lintas. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Sejak mengemban tugas melakukan penataan Sentra Primer Tanah Abang (SPTA) pada 2014, Perumda Pembangunan Sarana Jaya hingga kini masih terkendala dalam proses pembebasan lahan.

Seperti diketahui, ketika Joko Widodo masih menduduki kursi Gubernur DKI Jakarta, pria yang kini menjabat sebagai Presiden RI ini mengundangkan Peraturan Gubernur No 41/2014 tentang Pengembangan SPTA dengan konsep transit oriented development (TOD).

Direktur Pengembangan Perumda Sarana Jaya Indra S Arharrys mengungkap bahwa pihaknya akan berupaya mempercepat proses penataan SPTA.

"Kami ditugaskan untuk melakukan pengembangan sentra primer tanah abang dengan total luas ± 27.26 Ha, sekarang 13,3 Ha sedang dalam proses pembebasan lahan," ujarnya dalam sebuah diskusi di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (13/2/2020).

Hal ini karena SPTA masuk dalam 11 pusat kegiatan primer di Jakarta yang akan menjadi prioritas pembangunan dalam waktu dekat. Di samping Medan Merdeka, Mangga Dua, Bandar Kemayoran, Dukuh Atas, Setiabudi, Manggarai, Sentra Primer Barat dan Timur, Tengah Pantura, serta Marunda.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono yang turut hadir dalam diskusi.

Nantinya, pembangunan 11 kawasan tersebut akan beriringan dengan 14 potensi pusat kegiatan baru di Ibu Kota, yakni Kemang, Kebayoran Baru, Cengkareng, Marunda, Sunter, Cakung, Pulomas, Pulogadung, Ancol, Jakarta International Stadium (JIS), Lebak Bulus, Kp. Rambutan, Kalideres, dan Cawang.

"Jadi, seperti yang tadi diungkap bapak Kepala Badan [Perencana Pembangunan DKI Jakarta]. Harapannya SPTA ini cepat terjadi sehingga kawasan tersebut bisa jadi semacam SCBD [Sudirman Central Business District] yang sekarang, tapi kita pindahkan ke Tanah Abang," tambah Indra.

Tiga Tahun Lagi

Sebelumnya, dalam wawancara khusus bersama Bisnis, Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan mengakui bahwa tahap negosiasi pembebasan lahan dalam proyek SPTA memang merupakan tantangan terbesar.

Namun, Yoory optimistis target rampung penataan SPTA pada 2022 bisa tercapai asalkan Pemprov DKI bisa meningkatkan peran Perumda Pembangunan Sarana Jaya sebagai master developer atau pelaksana pengembangan kawasan lewat revisi Pergub No 41/2014.

Sarana Jaya sendiri telah mengusulkan konsep pergudangan terintegrasi menggandeng PD Pasar Jaya selaku pengelola Tanah Abang Blok G, sehingga nantinya memiliki pola distribusi barang secara melayang atau elevated.

Selain itu, akan tersedia jalur layang khusus pejalan kaki yang menghubungkan kawasan SPTA dan Tanah Abang Blok G dengan Museum Tekstil, rusun terdekat, dan stasiun Kereta Rel Listrik (KRL), sebagai implementasi SPTA sebagai area TOD.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pemprov DKI, pembangunan sarana jaya, Presiden Joko Widodo

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top