Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tunggakan Piutang PBB-P2 DKI Jakarta Rp10.838 Triliun

Tingkat kepatuhan pembayaran PBB-P2 di wilayah DKI Jakarta masih berada di angka 55,53 persen.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 04 November 2020  |  13:54 WIB
Tunggakan Piutang PBB-P2 DKI Jakarta Rp10.838 Triliun
Ilustrasi - JIBI/Is Ariyanto

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta mencatat jumlah tunggakan piutang wajib pajak pembayaran pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) di wilayah DKI Jakarta sebesar Rp10.838 triliun hingga 31 Oktober 2020.

Rinciannya, Bapenda DKI mencatat, kategori piutang lancar sebesar Rp3.341 triliun sedangkan piutang tidak lancar sebesar Rp7.497 triliun.

“Badan Pendapatan Daerah sendiri telah menerima pelimpahan piutang PBB-P2 dari Direktorat Jenderal Pajak  Kementerian Keuangan RI pada tahun 2013 lalu sebesar lebih dari Rp5 triliun,” kata kepala Bapenda DKI Jakarta Mohammad Tsani Annafari melalui keterangan tertulis pada Rabu (4/11/2020).

Tsani membeberkan, tingkat kepatuhan pembayaran PBB-P2 di wilayah DKI Jakarta masih berada di angka 55,53 persen yang terdiri dari 55,16 persen wajib pajak kategori Orang Pribadi dan 56,79 persen wajib pajak kategori Badan.

“Wilayah kecamatan Penjaringan memiliki compliance rate tertinggi yaitu sebesar 75,44 persen sedangkan kecamatan Cilincing memiliki compliance rate terendah yaitu sebesar 32,31 persen,” ujarnya.

Adapun, jumlah penerimaan PBB-P2 hingga tanggal 31 Oktober 2020 sebesar Rp7.346 triliun.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan kebijakan Relaksasi Pajak daerah. Kebijakan ini memberikan kemudahan untuk melunasi PBB-P2 hingga 31 Oktober 2020 tanpa dikenakan sanksi administrasi atau melunasi secara bertahap.

“Dalam kebijakan Pelunasan Bertahap ini, sebanyak 921 wajib pajak dengan jumlah PBB-P2 sebesar Rp1.986 triliun telah mengajukan permohonan pelunasan bertahap secara online,” kata dia.

Berdasarkan data pembayaran per tanggal 31 Oktober 2020, wajib pajak yang belum melakukan pembayaran dalam skema pelunasan bertahap sebesar Rp1.554 triliun.

Wilayah kecamatan Setiabudi tercatat sebagai kecamatan dengan capaian pelunasan bertahap tertinggi sedangkan kecamatan Cilincing sebagai kecamatan dengan capaian pelunasan bertahap terendah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pemprov DKI pajak bumi dan bangunan
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top