Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

DPRD DKI Sebut Olah Raga Bukan Core Bisnis Jakpro: Contohnya Formula E

DPRD DKI Jakarta menilai beban Jakpro sudah terlalu banyak untuk menerima penugasan baru, salah satunya adalah event olah raga yang bukan core bisnisnya
DPRD DKI Sebut Olah Raga Bukan Core Bisnis Jakpro: Contohnya Formula E. Sejumlah pembalap melaju dalam sesi latihan bebas kedua balapan Formula E 2023 Jakarta di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC), Jakarta, Sabtu (3/6/2023). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nym.
DPRD DKI Sebut Olah Raga Bukan Core Bisnis Jakpro: Contohnya Formula E. Sejumlah pembalap melaju dalam sesi latihan bebas kedua balapan Formula E 2023 Jakarta di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC), Jakarta, Sabtu (3/6/2023). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nym.

Bisnis.com, JAKARTA - DPRD DKI Jakarta menilai event keolahragaan di luar core bisnis PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sehingga penyelenggaraannya menjadi kurang optimal. 

"Penugasan yang diberikan kepada Jakpro itu [seperti Formula E] keluar dari core bisnisnya, ini persoalannya, jadi ini bukan bisnis utamanya," ujar Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (3/7/2023).

Penyelenggaraan Jakarta E-Prix 2023 atau Formula E Jakarta mendapat sorotan usai dinilai sejumlah pihak tidak optimal. Salah satu alasannya adalah tidak adanya sponsor pada perhelatan ajang balap mobil listrik kursi tunggal ini.

Padahal, Formula E 2023 tidak memiliki sponsor melainkan kemitraan karena Jakpro menggelar balap mobil listrik internasional ini secara business to business (B2B).

Dilansir dari berbagai sumber, kemitraan merupakan perjanjian formal antara dua pihak atau lebih untuk mengurus sebuah bisnis, dan membagi keuntungan. Sementara, sponsorship merupakan kegiatan pemberian dana dari perusahaan kepada penerima untuk membiayai suatu kegiatan. 

Terbaru, Jakpro juga akan mengurusi perbaikan Jakarta International Stadium (JIS). Stadion yang dibangun di era Anies Baswedan ini menjadi salah satu opsi tempat penyelenggaraan Piala Dunia U-17. 

Seperti diketahui, JIS merupakan stadion yang dibangun oleh Jakpro. FIFA menilai stadion ini belum memenuhi standard sebagai salah satu venue Piala Dunia U-17. 

Ketua Umum PSSI Erick Thohir juga memberikan beberapa catatan terhadap stadion JIS, antara lain pintu akses keluar masuk yang dinilai kurang memadai, dan lahan parkir kendaraan yang dinilai belum bisa menampung jumlah kendaraan. 

“Faktanya hari ini kan belums standar FIFA, walaupun orang mengatakan itu stadion paling megah di republik ini. JIS ini untuk pertandingan sepak bola, seharusnya memenuhi norma-norma yang sudah ditentukan oleh FIFA,” jelas Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper