Bisnis.com, JAKARTA – Pakar komunikasi politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Kunto Adi Wibowo mengungkapkan alasan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengusung duet Anies Baswedan-Sohibul Iman dalam kontestasi Pilkada Jakarta 2024.
PKS sebelumnya hanya mendeklarasikan nama Sohibul. Kunto berpendapat, keputusan tersebut mencerminkan bahwa PKS hendak mengamankan kursi calon wakil gubernur (cawagub) bagi kadernya sendiri.
“Dengan mengusung Sohibul Iman, PKS berharap minimal mendapatkan [posisi] calon wakil gubernur kalau berpasangan dengan Anies,” katanya saat dihubungi Bisnis, Selasa (25/6/2024).
Menurutnya, keputusan itu turut dipengaruhi oleh pengalaman PKS pada Pilkada Jakarta 2017 silam. Kunto menilai bahwa PKS kala itu tak mendapatkan banyak keuntungan politik usai mengusung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno bersama Partai Gerindra.
Hal tersebut dapat dilihat dari terpilihnya kader Gerindra, Ahmad Riza Patria, sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta 2020-2022 untuk mengisi posisi Sandiaga yang mengundurkan diri karena maju dalam Pilpres 2019.
Riza berhasil menang atas kader PKS Nurmansjah Lubis dalam pemilihan yang dilakukan oleh anggota DPRD DKI Jakarta.
Baca Juga
“Ini yang PKS enggak mau kejadian lagi sepertinya, sehingga mereka ngotot membawa nama Sohibul Iman. Ini sesuatu yang menarik secara politik, karena dinamikanya kemudian ada banyak alternatif koalisi,” sambungnya.
Dengan demikian, menurut Kunto, PKS saat ini memiliki posisi tawar yang lebih tinggi untuk mempengaruhi susunan koalisi partai politik ketimbang Pilkada Jakarta sebelumnya.
Diberitakan sebelumnya, PKS resmi mengusung duet Anies Baswedan - M. Sohibul Iman sebagai bakal calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta 2024. Presiden PKS Ahmad Syaikhu mendeklarasikan duet Anies-Sohibul ketika membuka Sekolah Kepemimpinan Partai DPP PKS di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, pada Selasa (25/6/2024) hari ini.
"DPP Tingkat Pusat, DPTP PKS, pada rapat Kamis [20/6/2024] telah memutuskan mengusung Anies Baswedan sebagai bakal calon gubernur dan Mohamad Sohibul Iman sebagai bakal calon wakil gubernur," ujar Syaikhu seperti yang disiarkan kanal YouTube PKSTV, Selasa (25/6/2014).
Dia menjelaskan, pengurus pusat PKS memutuskan untuk menerima rekomendasi pengurus partai daerah Jakarta, yaitu untuk mengusung Anies sebagai bakal cagub.
Sementara itu, menurut Syaikhu, pengurus pusat partai berpendapat bahwa Sohibul merupakan sosok yang cocok menjadi pasangan politik Anies untuk memimpin Jakarta. Menurutnya, rekam jejak Anies-Sohibul sudah terjamin.