Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pemprov DKI Jakarta Akui Punya Banyak Aset Tidur, Potensial Digarap Investor

Pemprov DKI Jakarta mengungkapkan bahwa saat ini masih memiliki sejumlah aset ‘tidur’ alias idle yang potensial dikembangkan oleh investor.
Suasana Monumen Nasional (Monas) dan gedung bertingkat dengan diselimuti polusi udara di Jakarta, Minggu (27/8/2023). JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha
Suasana Monumen Nasional (Monas) dan gedung bertingkat dengan diselimuti polusi udara di Jakarta, Minggu (27/8/2023). JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa saat ini masih memiliki sejumlah aset ‘tidur’ alias idle yang potensial dikembangkan oleh investor.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dinas PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo.

Dia menyiratkan bahwa barang milik daerah (BMD) yang tak digunakan dalam penyelenggaraan perangkat daerah itu dapat dioptimalkan sebagai potensi bisnis.

“DKI Jakarta sangat punya banyak aset yang dikembangkan. Masih banyak aset-aset yang tidur, yang masih idle, yang tentunya kami belum sampai ke situ untuk menggali potensi apa saja yang bisa dilakukan,” katanya dalam konferensi pers JITEX 2024 di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (17/7/2024).

Namun demikian, Ratu tidak membeberkan jumlah maupun perincian aset idle yang dimiliki Pemprov DKI saat ini.

Dirinya hanya memberikan contoh bahwa sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD) seperti PT MRT Jakarta memiliki aset yang dapat dikembangkan oleh investor.

“Mungkin sedikit bocoran, contohnya aset BUMD, Pak Direktur MRT sudah pernah menghubungi kami bahwa beliau mempunyai aset-aset sekitaran stasiun, seperti di Kelapa Gading. Di situ ada berapa hektare yang mungkin bisa dikembangkan oleh investor untuk membangun sesuatu yang bisa mendatangkan nilai ekonomis yang lebih tinggi lagi,” bebernya.

Lebih lanjut, Ratu menyebut bahwa wewenang terhadap aset-aset yang belum terkelola itu berada pada Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD).

Pihaknya bakal menggandeng pelaku usaha terkait, misalnya Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), untuk melakukan pembahasan lebih lanjut.

“Nanti didiskusikan kira-kira aset-aset mana yang bisa dikerjasamakan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Hippindo Budihardjo Iduansjah menyatakan bahwa pihaknya siap berkolaborasi dalam mewujudkan hal tersebut.

“Nanti kita siap mendukung, dan kalau perlu dibangun sekalian pusat belanja, mungkin dengan konsep baru. Artinya itu yang bisa kita diskusikan nanti,” ujar Budi pada kesempatan yang sama.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper