Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Papan Iklan di 90 Tiang Monorel Diduga Ilegal

Papan iklan yang berada di 90 tiang monorel yang terbentang dari Jalan Asia Afrika hingga Jalan HR Said diduga ilegal. Pasalnya, PT Adhi Karya sebagai pihak yang membangun tiang monorel tersebut membantah menjual tiang tersebut untuk iklan.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 28 Februari 2014  |  20:34 WIB
tiang pancang monorel dibangun oleh PT Adhi Karya masih menjadi bagian konsorsium PT JM.  - Bisnis.com
tiang pancang monorel dibangun oleh PT Adhi Karya masih menjadi bagian konsorsium PT JM. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Papan iklan yang berada di 90 tiang monorel yang terbentang dari Jalan Asia Afrika hingga Jalan HR Said diduga ilegal.  Pasalnya, PT Adhi Karya sebagai pihak yang membangun tiang monorel tersebut membantah menjual tiang tersebut untuk iklan.

PT Jakarta Monorail (PT JM) yang melanjutkan proyek monorel tersebut juga membantah mengkomersilkan tiang pancang tersebut.

Presiden Direktur PT JM John Aryananda membantah iklan yang dipasang pada tiang monorel tersebut dikelola oleh PT JM.

"Kami tidak secara resmi memiliki izin mengelola iklan di tiang tersebut. Kami masih bernegoisasi negosiasi dan tidak akan melanggar hukum dengan menggunakan aset milik PT Adhi Karya," ujarnya kepada Bisnis.com, Jumat (28/2/2014).

Direktur Utama PT Adhi Karya Kiswodarmawan juga membantah tiang monorel tersebut disewakan oleh PT Adhi Karya untuk papan reklame iklan. "Bukan kami yang menyewakan tiang tersebut untuk tempat iklan," katanya.

Seperti diketahui, tiang pancang monorel dibangun oleh PT Adhi Karya masih menjadi bagian konsorsium PT JM. Setelah PT Adhi Karya keluar dan meminta PT JM membayar biaya pembangunan tiang Rp190 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tiang monorel proyek monorel
Editor : Fatkhul-nonaktif
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top