DEMO 22 MEI: Polsek Gambir Dikepung, Polisi Tembaki Massa dengan Peluru Karet dan Gas Air Mata

Sejumlah anggota Polri mulai menembaki massa aksi dengan peluru karet dan gas air mata karena puluhan massa mulai mengepung Polsek Metro Gambir.
DEMO 22 MEI: Polsek Gambir Dikepung, Polisi Tembaki Massa dengan Peluru Karet dan Gas Air Mata Sholahuddin Al Ayyubi | 22 Mei 2019 09:48 WIB
DEMO 22 MEI: Polsek Gambir Dikepung, Polisi Tembaki Massa dengan Peluru Karet dan Gas Air Mata
Sejumlah anggota Polri mulai menembaki massa aksi dengan peluru karet dan gas airmata karena puluhan massa mulai mengepung Polsek Metro Gambir, Rabu (22/5/2019). JIBI/Bisnis - Sholahuddin Al Ayyubi

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah anggota Polri mulai menembaki massa aksi dengan peluru karet dan gas air mata karena puluhan massa mulai mengepung Polsek Metro Gambir.

Berdasarkan pantauan Bisnis.com di lokasi, Rabu (22/5/2019), beberapa orang anggota Polri mulai memuntahkan peluru karet ke arah massa aksi yang tidak berhenti menyerang dan merangsek masuk Polsek Metro Gambir.

Beberapa orang yang menonton aksi tersebut di flyover Jatibaru Tanah Abang Jakarta Pusat juga sempat dikejar dan diberi tembakan gas air mata oleh anggota Brimob.

Sampai saat ini, ruas jalan yang ada di sekitar Jalan Jatibaru, Tanah Abang Jakarta Pusat masih ditutup rapat.

Demo Rabu (22/5/2019) pagi, merupakan rangkaian demo sejak Selaa (21/5/2019) siang yang diawali dari depan gedung Bawaslu di kawasan Sarinah Jakarta Pusat.  Awalnya, demo berlangsung tertib hingga malam hari, dan polisi sempat menghalau massa dari depan gedung Bawaslu. Namun, pada malam hari ada kelompok massa yang masuk lagi ke depan gedung Bawaslu, sehingga demo berujung pada kerusuhan.

Bahkan, sejumlah mobil di depan asrama Brimob dibakar massa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tanah abang, Pemilu 2019, Aksi 22 Mei

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top