Petisi Copot Anies Diteken 134.701, Anies: Saya Tak Tangkap Pengkritik

Petisi online di www.change.org yang meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dicopot sudah ditandatangani atau diteken 134.701 orang, Senin (27/5/2019) siang.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 27 Mei 2019  |  11:27 WIB
Petisi Copot Anies Diteken 134.701, Anies: Saya Tak Tangkap Pengkritik
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. - JIBI/Regi Yanuar

Bisnis.com, JAKARTA – Petisi online di www.change.org yang meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dicopot sudah ditandatangani atau diteken 134.701 orang, Senin (27/5/2019) siang.

Petisi berjudul: Copot Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta! diusulkan oleh akun Opini Kamu sejak 10 bulan yang lalu dan menargetkan 150 ribu suara.

"Kegagalan demi kegagalan disertai kejanggalan telah membuat DKI Jakarta sebagai ibukota negara Republik Indonesia semakin terpuruk di bawah kepemimpinan Saudara Anies Baswedan," bunyi si pembuat petisi, Opini Kamu.

Beberapa alasan akun itu mengajukan petisi, antara lain gaji Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) yang mencapai Rp 70 juta per orang, banjir yang muncul kembali, diskotek yang dulu tutup kembali dibuka, sampah, pohon plastik, PKL yang merajalela hingga membengkaknya APBD.

Dikutip dari ww.tempo.co, Minggu (26/5/2019), Anies Baswedan menjelaskan bahwa dirinya bukan seorang pejabat yang antikritik. Terkait munculnya petisi agar memintanya mundur, dia mempersilakan siapapun menyampaikan kritik kepadanya.

"Saya ga pernah menangkap orang yang mengkritik saya, sama sekali," ujar Anies di Kawasan GBK, Jakarta Pusat,  Minggu (26/5/2019) sore.

"Kalau mau jadi pejabat publik maka harus siap untuk menjadi alamat keluh kesah, ya saya harus jalanin, dong. Maka dari itu kita harus biasa-biasa saja (menerima kritik)," ujar Anies lagi.

Desakan agar Anies dicopot dari kursi gubernur muncul di laman penggalangan suara change.org. Desakan itu ditunjukkan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Kementerian Dalam Negeri serta telah dilakukan sejak 10 bulan yang lalu.

Soal kritik di dalam petisi itu, Anies mengaku tak keberatan. Menurut dia pejabat merupakan tempatnya menampung keluh kesah.

"Saya tambahkan Twit saya lagi nih, alamat keluh kesah adalah pejabat publik, kalau mau jadi pejabat publik maka harus siap untuk menjadi alamat caci maki," demikian Anies.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
anies baswedan, gubernur dki, petisi

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top