Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Viral Polres Depok Didatangi Massa, Ini Penjelasannya

Polres Depok memang saat itu tengah menyelidiki kasus keributan yang melibatkan kelompok Ambon.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Mei 2021  |  23:15 WIB
Balai Kota Depok, Jawa Barat. - Antara
Balai Kota Depok, Jawa Barat. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Sekelompok massa menggeruduk Polres Depok pada Senin siang (17/5/2021). Mereka menggeruduk kantor polisi tersebut karena mengira pimpinan kelompoknya tengah diperiksa oleh aparat.

Padahal, menurut Kasubag Humas Polres Depok Komisaris Supriyadi, pada hari tersebut tidak ada jadwal pemeriksaan ketua kelompok tersebut.

"Jadi tadi ada pemanggilan sebagai saksi seorang ketua pimpinan kelompok Ambon di Depok, dipanggil sebagi saksi, tapi karena yang bersangkutan masih sakit ya akhirnya pemeriksaan ditunda," ujar Supriyadi saat dikonfirmasi Tempo, Senin (17/5/2021).

Supriyadi memastikan insiden penggerudukan tersebut adalah salah paham saja. Pihaknya memang saat itu tengah menyelidiki kasus keributan yang melibatkan kelompok tersebut. Namun pihak yang diperiksa bukan hanya dari kelompok Ambon, tetapi juga dari kubu lainnya.

"Kami mau klarifikasi saja soal keributan orang Ambon beberapa waktu lalu. Kebetulan ketuanya masih sakit dan dia datang diminta ditunda pemeriksaannya," kata Supriyadi.

Video penggerudukan Polres Metro Depok itu sebelumnya viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat massa yang mengenakan baju putih dan merah memaksa merangsek masuk ke Polres Metro Depok.

Namun aksi mereka dihadang oleh polisi yang berjaga. Hal ini mengakibatkan kedua kubu sempat terlibat aksi saling dorong. Supriyadi menerangkan saat ini kondisi Polres Depok sudah kondusif dan massa sudah membubarkan diri setelah mendapat penjelasan dari polisi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polres depok massa

Sumber : Tempo.co

Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top