Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Anies Perintahkan Lurah Terapkan Micro Lockdown di RT Zona Merah

Anies meminta para lurah melakukan pengawasan bersama dengan Satgas Penanganan Covid-19 di tingkat RT dan RW bagi masyarakat yang tengah menjalani isolasi mandiri.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 18 Mei 2021  |  20:39 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi keterangan saat dijumpai Bisnis di kediamannya, Kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (13/5/2021). JIBI - Bisnis/Nyoman Ary Wahyudi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi keterangan saat dijumpai Bisnis di kediamannya, Kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (13/5/2021). JIBI - Bisnis/Nyoman Ary Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengintruksikan para lurah menerapkan prosedur micro lockdown pada tingkat rukun tetangga atau RT yang teridentifikasi ke dalam zona merah penyebaran Covid-19 pasca-Idulfitri tahun ini.

Amanat itu tertuang dalam Intruksi Gubernur DKI Jakarta No. 33/2021 tentang Pelaksanaan Pengawasan dan Pengendalian Mobilitas Penduduk Dalam Pencegahan Penyebaran Covid-19 Pasca Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijiriah.

“Para lurah melakukan prosedur micro lockdown di tingkat RT dalam hal ditemukan konfirmasi positif di atas lima rumah atau terdapat zona merah,” kata Anies melalui Ingub yang dilihat Bisnis, Selasa (18/5/2021).

Anies meminta para lurah melakukan pengawasan bersama dengan Satgas Penanganan Covid-19 di tingkat RT dan RW bagi masyarakat yang tengah menjalani isolasi mandiri atau tengah menanti hasil tes swab setiap pukul 08.00 dan 19.00 WIB.

“Mengkoordinasikan pelaksanaan pelaporan hasil pengawasan pengendalian data warga yang dilakukan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di tingkat RT dan RW pada pukul 09.00 dan 20.00 WIB,” tuturnya.

Sebelumnya berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, kasus aktif di Jakarta bergerak fluktuatif selama dua pekan terakhir. Pada tanggal 3 Mei 2021 ada peningkatan kasus aktif dari 7.039 menjadi 7.266 pada 15 Mei 2021. Pencatatan itu mengalami penurunan menjadi 7.146 pada 16 Mei 2021.

“Memang ada penurunan sebesar 120 kasus dari periode tanggal 15 sampai 16 Mei 2021. Namun, kami akan tetap waspada terjadinya peningkatan kasus pada dua minggu ke depan, terlebih periode ini merupakan periode setelah Idulfitri,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti melalui keterangan tertulis, Senin (17/5/2021).

Widyastuti juga memastikan fasilitas kesehatan DKI Jakarta telah bersiap menghadapi penambahan kasus aktif, di mana per tanggal 17 Mei 2021, Dinkes DKI Jakarta menyiapkan 6.633 tempat tidur isolasi dan 1.007 fasilitas ICU.

Dari kapasitas tersebut, tingkat keterisiannya juga tergolong masih dapat dikendalikan, di mana tempat tidur isolasi telah terisi 1.724 atau 26 persen dan ICU terisi 338 pasien atau 34 persen. Artinya, kapasitas tempat tidur isolasi dan ICU masih di atas 50 persen.

Menurut dia, Dinas Kesehatan DKI Jakarta terus memantau potensi klaster mudik idulfitri pada tahun ini. Adapun, mayoritas penduduk menggunakan mobil pribadi, sehingga akan membutuhkan bantuan informasi dari RT, RW, serta kader untuk identifikasi pelaku mudik. Perlu juga antisipasi jalur bus dan travel.

“Meskipun Pemerintah telah mengimbau masyarakat untuk tidak mudik dan melakukan penyekatan, tapi kami tetap mewaspadai adanya potensi klaster hasil dari bepergian ini,” terangnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta Pemprov DKI Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top