Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wagub DKI Tepis Kritikan soal APBD 2021 Tak Berkualitas

Wagub DKI menyatakan penyusunan APBD DKI 2021 telah disesuaikan seperti program yang diusulkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) saat pandemi Covid-19.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 November 2020  |  08:59 WIB
Wagub DKI Ahmad Riza Patria - Bisnis/Nyoman Ary Wahyudi
Wagub DKI Ahmad Riza Patria - Bisnis/Nyoman Ary Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menepis kritikan dari legislatif yang menyebut APBD DKI 2021 tidak berkualitas karena waktu pembahasan yang hanya berlangsung singkat.

Riza mengatakan bahwa penyusunan APBD DKI 2021 telah disesuaikan seperti program yang diusulkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) saat pandemi Covid-19.

"Kami menyiapkan program dan aplikasi yang baik sekali, tapi kami mohon waktu penyesuaian dan koordinasi harmonisasi nomenklatur kodefikasi dan sebagainya," kata Riza di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (27/11/2020).

Dia bersyukur adanya program smart budgeting dan smart planning budgeting dari Kemendagri merupakan program yang baik. "Titik awal bagi kita semua dalam rangka membangun keterbukaan anggaran, transparansi anggaran," kata Riza.

Riza mengatakan program smart budgeting dari Kemendagri tersebut memberikan akses kepada publik yang ingin mengawal APBD DKI Jakarta 2021, termasuk memberikan akses untuk mengritik dan memberi saran.

Terkait dengan pembahasan yang disebut hanya sebentar, Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta ini menyebutkan bahwa APBD DKI Jakarta sudah dibahas sejak lama lantaran program tersebut telah disusun pada tahun sebelumnya.

"Pembahasan APBD itu kan banyak program yang sudah lama dilaksanakan, direncanakan jangka pendek, menengah, panjang. Tidak ada program yang ujug-ujug nongol dalam satu atau dua minggu, semua program pemerintah berkesinambungan," ujarnya.

Menurut Riza, Pemprov DKI Jakarta melanjutkan program yang telah digagas pemimpin DKI sebelumnya.

"Tidak ada yang tidak berkelanjutan dan berkesinambungan. Tidak ada program yang ujug-ujug datang, semua program untuk kepentingan masyarakat Jakarta, semua program ada jangka menengah, jangka pendek, dan jangka panjang," tuturnya.

Sebelumnya, Fraksi Demokrat DPRD DKI meragukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Tahun Anggaran 2021 berkualitas mengingat pembahasan anggaran terlambat dari jadwal dan terkesan buru-buru.

Pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUAPPAS) Rancangan APBD Tahun Anggaran 2021 mulai dibahas pada 5 November di Puncak, Bogor dan langsung ditandatangani pada 26 November 2020. Artinya, pembahasan APBD DKI Jakarta hanya berlangsung 21 hari.

"Dengan pembahasan yang dilakukan terburu-buru, mustahil dapat menghasilkan APBD yang berkualitas," ujar anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Neneng Hasanah dalam pembacaan pandangan umum fraksi pada Rancangan Peraturan Daerah APBD DKI 2021, Jumat (27/11/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta wagub dki apbd dki

Sumber : Antara

Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top