Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Perbaiki Kinerja, Jakpro Kaji Rencana Penggabungan Anak Usaha

Jakpro tengah mengkaji penggabungan anak usaha perusahaan untuk memperbaiki kinerjanya dan berkontribusi lebih ke Pemprov DKI Jakarta
Perbaiki Kinerja, Jakpro Kaji Rencana Penggabungan Anak Usaha/dokumentasi
Perbaiki Kinerja, Jakpro Kaji Rencana Penggabungan Anak Usaha/dokumentasi

Bisnis.com, JAKARTA - PT Jakarta Propertindo (Jakpro) tengah mengkaji rencana penggabungan anak usaha yang disarankan oleh Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Penyatuan anak usaha ini menjadi upaya untuk memperbaki kinerja Jakpro.

VP Corporate Secretary Jakpro Syachrial Syarif mengatakan bahwa Jakpro tentunya sangat memperhatikan dan mempertimbangkan saran yang diberikan oleh Jakpro untuk memperbaiki kinerja perusahaan ke depan. Namun, saran tersebut tentunya akan melalui tahapan kajian terlebih dahulu.

“Kami sangat memperhatikan dan mempertimbangkan rekomendasi Komisi C DPRD DKI Jakarta. Namun kami harus melakukan kajian dulu seluruh aspek terkait, sebelum memutuskan untuk melakukan aksi korporasi penyatuan anak usaha,” jelas Syachrial kepada Bisnis yang dikutip Minggu (29/1/2023).

Syachrial pun menjelaskan bahwa saran dari Komisi C DPRD DKI Jakarta tersebut sudah dikonsolidasikan dan dikoordinasikan dengan anak-anak usaha Jakpro.

“Hal ini akan terus kami lakukan. Untuk penggabungan anak usaha segera kami kaji,” ujar dia.

Berdasarkan catatan Bisnis, Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Rasyidi mengatakan, kinerja Jakpro mengalami penurunan yakni pada 2019 hingga 2022 Jakpro disebut belum memberikan kontribusi yang signifikan kepada Pemprov DKI. 

Komisi C DPRD DKI Jakarta dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menggelar rapat koordinasi (Rakor) terkait laporan kinerja keuangan dan realisasi dividen anggaran 2022 Jakpro. Rapat kali ini merupakan bentuk upaya untuk memberikan dorongan dan saran kepada Jakpro.

"Kami ingin memberikan support dan masukan, sekaligus melihat anggaran. Kita tahu, Jakpro merupakan perusahaan yang besar, tetapi belum memberikan dividen kepada Pemprov DKI,” jelas Rasyidi.

Sebagai informasi, Jakpro mempunyai tujuh anak usaha, yakni  PT Pulo Mas Jaya, PT Jakarta Konsultindo (Jakkon), PT LRT Jakarta, PT Jakarta Utilitas Propertindo, PT Jakarta Infrastuktur Propertindo (JIP), PT Jakarta Oses Energi dan PT Jakarta Solusi Lestari.

Rasyidi menilai hal tersebut membuat kinerja Jakpro tidak fokus. Oleh karena itu, pihaknya menyarankan penyatuan anak perusahaan yang memiliki tujuan serupa agar manajemen BUMD lebih efektif dan efisien.

"Pimpinan Jakpro ini semuanya baru. Kami harap bisa bekerja secara tim, profesional dan bersinergi antar anak perusahaan. Sehingga Jakpro bisa kembali sehat dan bangkit dari keterpurukan," jelas Rasyidi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper